Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Johan mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat tingkatkan harga bahan bakar minyak (BBM) sepanjang tiga bulan ke depan, jadi dari Juli sampai akhir September 2017.

“Pemerintah memutuskan untuk tidak tersedia kenaikan harga BBM khususnya premium RON 88 dan juga solar atau biosolar jadi 1 Juli 2017 sampai 30 September 2017 dengan menggunakan Macnaught Flow Meter. Jadi, tiga bulan ke depan tidak tersedia kenaikan harga BBM sama sekali,” kata Ignasius Jonan di Istana Merdeka Jakarta.

Lebih lanjut Jonan mengatakan bahwa keputusan itu cocok petunjuk Presiden Jokowi dan telah diputuskan didalam sidang kabinet paripurna hari ini.

“Itu dengan pertimbangan beraneka segi termasuk segi perkembangan ekonomi, termasuk tersedia kecenderungan penurunan harga minyak mentah dunia,” kata Jonan dikutip dari Antara.

Jonan mencontohkan satu jenis minyak mentah pas ini harganya 42 dolar AS per barel, padahal pada mulanya harganya raih 45-46 dolar AS. Jenis minyak mentah lainnya harganya 44 dolar AS pada Kamis pagi, padahal seminggu pada mulanya raih 47-48 dolar AS.

“Dengan pertimbangan itu pemerintah memutuskan untuk tidak tersedia kenaikan harga BBM khususnya premium RON 88 dan juga solar atau biosolar,” kata Jonan.

Jonan termasuk mengatakan bahwa harga elpiji bersubsidi tabung isikan tiga kilogram termasuk tidak dapat mengalami kenaikan. “Tidak tersedia kenaikan harga eceran, jadi selamanya Rp13.500 per tabung. Itu berlaku termasuk 1 Juli sampai 30 september 2017,” katanya.

Sementara untuk tarif tenaga listrik, kata Jonan, pemerintah termasuk telah memutuskan tidak tersedia penyesuaian tarif untuk golongan manapun.

“Bahkan diinginkan dapat turun, intinya tidak tersedia kenaikan jadi 1 Juli sampai 31 Desember 2017. Untuk listrik lebih panjang sampai akhir tahun,” kata Jonan.

By toha