Cilacap, Antara Jateng – PT Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lomanis Cilacap Group menaikkan pengawasan jalur pipa BBM selama Ramadhan sampai Idul Fitri 1437 Hijriah, kata Kepala Operasi TBBM Lomanis Rully Marzuli.

“Kami udah membentuk satuan tugas untuk jalankan patroli malam di selama jalur pipa, baik yang ke arah Bandung maupun Yogyakarta sampai Boyolali,” kata Rully di Cilacap Jawa Tengah, Jumat.

Selama bulan Ramadhan sampai Idul Fitri 1437 Hijriah, kata dia, patroli malam dilakukan sampai empat kali bersama dengan didampingi aparat keamanan dari kepolisian sektor (polsek) atau komando rayon militer (koramil) yang wilayahnya di lewati jalur pipa BBM.

Menurut dia, jalur pipa tersebut benar-benar riskan terutama kala ada warga yang menyalakan api atau barangkali terjadinya pencurian.

“Jalur pipa dari Cilacap menuju Bandung sampai Padalarang, panjangnya menggapai 248 kilometer namun yang ke arah Yogyakarta sampai Boyolali kurang lebih 258 kilometer,” katanya.

Lebih lanjut, Rully menyebutkan di dalam pelaksanaan patroli malam tersebut, setiap jalur baik ke arah Padalarang maupun Boyolali terbagi jadi tiga seksi.

Dalam satu seksi, kata dia, terkandung petugas “pipeline” yang memiliki 10 personel patroli.

Dengan demikian, lanjut dia, setiap 10 kilometer ada petugas patrolinya.

Ia menyebutkan patroli tersebut dilakukan pada semua jalur pipa Flow Meter Solar yang dinilai rawan baik yang jauh dari pemukiman maupun dekat pemukiman terutama yang di atasnya ada keramaian
“Walaupun itu tanahnya Pertamina atau tanah yang kami sewa bersama dengan PT KAI (Kereta Api Indonesia), kadang masih ada yang bandel jalankan kegiatan di situ,” katanya.

Rully menyebutkan keliru satu kegiatan patroli tersebut dilakukan bersama dengan langkah memeriksa baut-baut di setiap lanjutan pipa seperti halnya petugas pemeriksa jalur rel kereta api.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk meyakinkan tidak ada problem di dalam distribusi BBM seperti barangkali adanya kebocoran atau pencurian.

By toha